Efektivitas Konten Reels Dalam Meningkatkan Brand Awareness Pada Akun Instagram @telkompemalang
Anela Khasna Salsabila | 28 May 2026
Login Google ❤️ 0Di kehidupan digital ini mengharuskan masyarakat untuk mulai beralih ke media sosial untuk kebutuhan komunikasi dan informasi. Instagram merupakan salah satu platform media sosial terpopuler. Berdasarkan data dari GoodStats menyatakan pengguna Instagram pada tahun 2025 mencapai 100,8 juta pengguna aktif. Jumlah tersebut mengalami kenaikan daripada tahun sebelumnya. Instagram memiliki fitur yang lengkap sehingga memudahkan pengguna dalam mencoba dan menggunakan fitur yang dianggap menarik. Fitur-fitur yang terdapat di Instagram seperti, story, feed, reels, pesan instan, dan direct message. Salah satu fitur yang banyak diakses oleh pengguna adalah reels. Melalui reels pengguna bisa membagikan video ke Instagram dengan disertai musik, teks dan visual yang mana dengan fitur reels ini lebih banyak menjangkau akun daripada konten feed. Algoritma Instagram lebih menonjolkan reels sehingga konten reels ini lebih sering muncul dan peluang dilihat oleh non-followers lebih tinggi. Peluang tersebut dapat menghasilkan engagement yang tinggi daripada konten status seperti carousel dan foto.
Di dunia pemasaran digital terdapat istilah brand awareness yang merupakan tahap konsumen dalam mengenali dan mengingat sebuah brand. Di tahap ini ketika konsumen mendengar suatu kategori produk harapannya mereka langsung bisa mengingat produk yang dimaksud. Di tahap pengenalan ini sangat penting karena bertujuan supaya produk semakin dikenal secara luas oleh konsumen. Salah satu cara untuk membangun brand awareness dapat dilakukan melalui media sosial. Dengan media sosial ini perusahaan dapat memperkenalkan produk yang dimiliki secara online sehingga memungkinkan untuk dilihat dengan luas oleh masyarakat. Penggunaan media sosial ini cenderung murah sehingga menjadi alat yang tepat dan mudah.
PT Telkom Indonesia merupakan perusahaan telekomunikasi di Indonesia dengan produk yang dimiliki bergerak di bidang internet. Perusahaan ini turut serta menggunakan media sosial sebagai alat informasi perusahaan. Demikian yang dilakukan oleh PT Telkom Indonesia Pemalang yang memiliki Instagram untuk memproduksi konten-kontennya salah satunya reels sebagai media informasi, promosi dan hiburan dengan para audiens. Hal tersebut dapat dikaji melalui teori New Media oleh (Denis McQuail). Menurutnya terdapat ciri-ciri dari New Media, yaitu adanya keterkaitan antara individu sebagai pengirim maupun penerima pesan, interaksivitasnya, pengguna yang beragam, dapat diakses dimana saja (Barsan et al., 2020). Dari ciri khas tersebut mendefinisikan bahwa new media sebagai alat komunikasi digital yang tidak terikat oleh waktu dan ruang. Melalui teori ini untuk menjelaskan bagaimana konten reels pada Instagram menjadi alat komunikasi dan informasi dalam meningkatkan brand awareness Instagram @telkompemalang. Melalui karakteristik new media tersebut reels dapat menjangkau audiens lebih luas untuk membantu mengenali dan meningkatkan perhatian pada brand Telkom Pemalang.
Data insight menunjukkan bahwa berdasarkan jenis konten reels menempati posisi pertama dengan jumlah sebesar 63,8% yang diikuti oleh postingan sebesar 21,5% dan cerita sebesar 14,6%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa reels sebagai konten dengan paling banyak diminati oleh audiens. Selain itu jumlah keseluruhan tayangan reels mencapai 14.125 views dan jumlah reach 9.639 melampaui jumlah followers yang berjumlah 73. Hal tersebut menunjukkan bahwa konten reels lebih dimunculkan oleh algoritma Instagram di luar pengikut sehingga memperluas jangkauan brand awareness. Menurut new media memungkinkan siapa saja untuk memproduksi konten ke media sosial terutama dalam hal ini Telkom Pemalang yang telah memproduksi konten reels sebanyak 37 secara konsisten untuk mempertahankan akun tetap responsif dan aktif.
Dari hasil tersebut dalam meningkatkan brand awareness sudah cukup efektif walaupun dengan jumlah followers yang masih 73 tetapi jangkauan reach mencapai 9.639. Namun pada aspek interaktivitasnya masih belum efektif, hal ini masih menjadi tantangan dalam membangun engagement agar audiens terlibat lebih aktif.
Referensi:
Barsan, O. P., Alfani, H., & Wulandari, S. (2020). Perubahan Pilihan dalam Mengakses Tayangan Media Informasi dari Media Streaming ke Media Digital. Jurnal Komunikasi Dan Budaya, 1(2), 130-139.
Beri Penilaian
Login Google untuk memberi komentar.
Komentar
Belum ada komentar.