ANGKA KUNJUNGAN NAIK, MASYARAKAT KABUPATEN PEMALANG ANTUSIAS TERHADAP PERPUSDA BARU

Mutiara Al Ahsa | 16 April 2026

Login Google ❤️ 0

Pusat Layanan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pemalang telah selesai direnovasi pada Desember 2025 lalu. Gedung baru ini tidak jauh dari lokasi gedung lama, yaitu berada di Jl. Alun-Alun Timur, Kebondalem, Pelutan, Kabupaten Pemalang. Gedung Perpusda Pemalang yang baru memiliki tiga lantai dengan konsep yang menarik dan lebih nyaman. Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pemalang, Edi Sutriyono, S.E, M.Si mengatakan bahwa gedung baru ini mendapat sambungan hangat dari masyarakat Kabupaten Pemalang yang antusias berkunjung ke Perpusda Pemalang.


“Antusiasme masyarakat termasuk adanya gedung baru ini luar biasa sekali, kenaikannya hampir lebih dari 200%, yang tadinya kunjungannya berkisar 50-70 orang per hari, sekarang 100-200 orang per harinya,” ujarnya.


Kenaikan angka kunjungan masyarakat ke Perpusda Pemalang juga disebabkan karena lokasinya yang strategis. Selain berada di tengah kota, Perpusda Pemalang juga berada di dekat Alun-Alun Pemalang dan salah satu ikon Kota Pemalang yang sedang viral yaitu Citywalk


“Ini menjadi destinasi baru di samping kita punya Citywalk, mereka mampir kesini atau Alun-Alun, sehingga ini bisa menjadi pelengkap destinasi bagi masyarakat Pemalang, terutama dari daerah selatan atau timur. Itu yang membuat gedung baru ini mengalami kenaikan kunjungan yang signifikan,” sambungnya.


Dengan fasilitas yang memadai serta respons masyarakat yang positif terhadap adanya pembangunan Perpusda Pemalang yang baru diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kebiasaan literasi masyarakat. Meskipun literasi tidak hanya melalui buku, namun masyarakat juga memerlukan pemahaman literasi digital agar dapat bertanggung jawab dalam menggunakan gadget.


“Harapan kami dengan apa yang kita lakukan kita bisa mencapai yang kita harapkan untuk menyiapkan generasi yang akan datang agar melek terhadap pengetahuan. Kita siapkan agar mereka gemar membaca, gemar berliterasi, karena dengan serangan budaya teknologi adanya gadget itu membuat masyarakat jauh dari buku. Meskipun literasi tidak hanya dari buku, tentunya ini jadi tantangan kita bahwa pemahaman literasi terhadap media digital perlu diperhatikan agar ke depan lebih bertanggung jawab lagi,” pungkasnya.


Harapan ini tentunya menjadi semangat untuk terus berupaya membuat masyarakat gemar membaca. Menyediakan koleksi buku-buku baru, tempat membaca yang nyaman serta meningkatkan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.


Beri Penilaian

Login Google untuk memberi komentar.


Komentar

Belum ada komentar.